Modernisasi Revolusi Mental melalui Crowdsourcing Berbasis Aplikasi

Dahulu para tokoh bangsa saling bergotong-royong, bahu-membahu dalam menggalang dukungan terhadap suatu gagasan. Presiden Soekarno membahasakan gotong-royong sebagai kata lain dari Ekasila yang merupakan lanjutan dari sari pati Trisila yang diambil dari hasil perasan Pancasila. Hal ini disetujui pula oleh M. Nasroen, salah satu tokoh pelopor kajian filsafat Indonesia menyatakan bahwa gotong-royong merupakan salah satu dasar filsafat Indonesia.  Berdasarkan (KBBI) online, merumuskan arti gotong-royong sebagai bekerja bersama-sama yang merupakan manifestasi konkret dari semangat kebersamaan antar masyarakat dalam bantu-membantu dan tolong-menolong.

Peran pemuda Indonesia sangat dibutuhkan sekarang ini. Dunia begitu dinamis, tantangan dan arus informasi kadang menjadi tidak terkendali. Dunia bertransformasi menjadi digital yang dengan cepat dan mudah dalam mendapatkan informasi. Negara berusaha mengimplementasikan revolusi mental dengan benar, akan berpengaruh besar dalam menanamkan semangat kegotongroyongan. Mentalitas kegotongroyongan ini berkaitan dengan cara berpikir yang sudah menjadi kebiasaan berpikir masyarakat. Suatu kebiasaan (habit) pada dasarnya terbentuk lewat pembiasaan dan keteladanan. Negara dalam melakukan revolusi mental berfungsi untuk membentuk revolusi karakter bangsa melalui dunia pendidikan ditambah dengan memanfaatkan media online berbasis aplikasi dalam mendorong semangat berbagi dan gotong-royong secara massive.

revolusi-mental-2Gotong-royong dalam masyarakat digital saat ini familiar dengan istilah crowdsourcing yang sudah diaplikasikan dalam berbagai kegiatan. Proses ini dilakukan untuk memperoleh layanan, ide, maupun konten tertentu dengan cara meminta bantuan dari orang lain secara massal, secara khusus melalui komunitas daring (online). Efek crowdsourcing ini begitu berdaya dengan kekuatan kerjanya yang menggabungkan usaha dari banyak sukarelawan (volunteer), bahkan dari profesional sekalipun masing-masing mereka yang memiliki inisiatif tersendiri untuk mencapai hasil yang maksimal. Aktivitas ini bisa digunakan dalam penggalangan dana maupun aksi sosial.

Dengan upaya crowdsourcing yang terus berkembang dan menjadi budaya baru masyarakat di era digital, banyak ragam permasalahan bangsa akan mudah terselesaikan. Contoh penggelangan dana berbasis crowd di internet, dipopulerkan dengan crowdfunding. Misalkan, situs penggalangan dana popular seperti Kickstarter. Beragam proyek dan program bisa dilakukan seperti pembuatan usaha start-up, film dokumenter, pembuatan game independen, desain grafis dan visual yang bisa disesuaikan dengan ekosistem Indonesia. Aksi sosial salah satunya sudah dibuktikan dengan cara kerja BNPT pada tahun 2016 yang bersinergi terhadap duta damai yang diisi oleh para pemuda rentang usia 19-35 tahun. Mereka direkrut untuk melakukan crowdsourcing aksi membanjiri konten dunia maya dengan pesan-pesan perdamaian demi melawan aksi radikalisme dan terorisme.

Kehadiran negara seperti kemendikbud dan kemeninfo dapat bersinergi dalam memperluas akses pembelajaran yang memicu semangat crowdsourcing di sekolah. Kemendikbud dapat melakukan strategi pendidikan berupa pembelajaran (teaching), keteladanan (modelling), penguatan (reinforcing) dan pembiasaan (habituating). Jadi, pendidikan membantu proses hominisasi dan humanisasi, artinya pelaksanaan dan proses pendidikan harus mampu membantu peserta didik agar menjadi manusia yang berbudaya tinggi dan bernilai tinggi (bermoral, berwatak, bertanggungjawab dan bersosialisasi). Kemeninfo menyediakan regulasi, fasilitas, pelatihan dan jejaring komunitas dalam membuat setiap aplikasi crowdsourcing yang disesuaikan dengan nilai-nilai positif yang akan diprogramkan. Hal ini dilakukan untuk mengarahkan nilai-nilai revolusi mental salah satunya karakter gotong-royong yang diperoleh di dunia pendidikan yang ditanamkan pada gadget-gadget mereka dalam bentuk aplikasi.

Sumber gambar:
1. http://www.unmul.ac.id/images/berita/15892583175697121a556d8.balehouk4x6m.jpg
2. http://revolusimental.go.id/galeri/grafis#lg=1&slide=5

Top